Percetakan Wisuda

Cara Format Artikel Jurnal Sesuai Template OJS dan Standar Internasional

By Ahlinya Dokumen Digital | July 4, 2026
Ringkasan: Format artikel jurnal OJS yang tidak sesuai template adalah alasan paling umum naskah ditolak sebelum proses review dimulai. Template OJS mengatur margin, gaya heading, format abstrak, hingga cara penulisan daftar pustaka. Jurnal internasional berindeks Scopus menambahkan persyaratan metadata dan resolusi file. Solusi: unduh template resmi jurnal, terapkan setiap gaya paragraf secara konsisten, dan verifikasi seluruh elemen sebelum submit.

Tahukah Anda? Menurut panduan pengelola jurnal OJS berbasis LIPI dan Kemendikbud, lebih dari separuh naskah yang masuk ke tahap desk review dikembalikan bukan karena kualitas riset, melainkan karena ketidaksesuaian format dengan gaya selingkung jurnal. Kesalahan terkecil seperti ukuran font abstrak atau jarak antarbibliografi bisa membuat proses submit Anda mundur berminggu-minggu.

Mengapa Format Artikel Jurnal OJS Sering Menjadi Hambatan Utama Submit

Bagi peneliti dan akademisi Indonesia, proses submit artikel ke jurnal OJS maupun jurnal internasional kerap terhenti bukan di tahap penulisan, melainkan di tahap pemformatan. Format artikel jurnal OJS dirancang sangat spesifik: setiap jurnal memiliki template sendiri yang mengatur ukuran halaman, margin, jenis dan ukuran font, gaya heading, format abstrak, hingga urutan daftar pustaka. Ketidaksesuaian satu elemen saja sudah cukup untuk membuat editor mengembalikan naskah tanpa menyentuh isi substansinya.

Situasi ini lebih kompleks lagi untuk jurnal internasional berindeks Scopus atau Web of Science. Selain mengikuti template Word resmi penerbit, penulis juga dituntut menyesuaikan metadata, resolusi gambar, dan format sitasi yang masing-masing berbeda antara gaya APA, Vancouver, dan IEEE. Bagi peneliti yang tidak terbiasa dengan detail teknis ini, proses format ulang bisa memakan waktu berhari-hari.

Artikel ini menyajikan panduan praktis cara menyesuaikan format artikel jurnal dengan template OJS atau jurnal Scopus, lengkap dengan daftar elemen yang paling sering terlewat dan bagaimana mengatasinya secara sistematis.

Yang Akan Anda Pelajari dari Panduan Format Artikel Jurnal Ini

  • Elemen wajib dalam template OJS dan cara menerapkannya di dokumen Word
  • Perbedaan antara template jurnal nasional (OJS/SINTA) dan jurnal internasional (Scopus/WoS)
  • Langkah-langkah format artikel jurnal secara berurutan dari margin hingga daftar pustaka
  • Kesalahan format paling umum yang menyebabkan naskah dikembalikan
  • Kapan sebaiknya menyerahkan pekerjaan format ke layanan profesional

Elemen Wajib dalam Template OJS yang Harus Dipahami Sebelum Submit

Template OJS tidak sekadar soal estetika tampilan. Setiap elemen memiliki fungsi teknis dalam sistem penerbitan Open Journal Systems yang digunakan ribuan jurnal nasional Indonesia. Berikut adalah elemen utama yang wajib diperhatikan saat menyesuaikan format artikel jurnal OJS:

1. Ukuran Halaman dan Margin

Sebagian besar jurnal OJS nasional menggunakan ukuran kertas A4 (210 × 297 mm) dengan margin yang sudah ditentukan — biasanya sekitar 2,5 cm di semua sisi, atau kombinasi tertentu seperti margin atas 3 cm dan bawah 2,5 cm. Pastikan Anda tidak mengubah margin dari template yang diunduh, karena perubahan ini akan menggeser seluruh tata letak dokumen.

2. Tipografi dan Gaya Paragraf

Template OJS biasanya menetapkan font Times New Roman atau Arial dengan ukuran yang berbeda untuk setiap level heading dan body text. Yang paling sering terlewat adalah penggunaan gaya paragraf (Paragraph Style) di Word. Cukup mengganti tampilan visual font tidak sama dengan menerapkan gaya paragraf yang benar — sistem OJS dan beberapa konverter metadata membaca gaya paragraf, bukan hanya tampilan visual.

3. Format Abstrak dan Kata Kunci

Abstrak biasanya ditulis dalam dua bahasa (Indonesia dan Inggris) dengan batas kata yang ketat, umumnya 150–250 kata. Kata kunci (keywords) ditulis setelah abstrak, berjumlah 3–6 kata, dipisahkan tanda titik koma atau koma sesuai ketentuan jurnal. Kesalahan umum: penulis menulis abstrak melebihi batas kata, atau menempatkan kata kunci di lokasi yang salah dalam dokumen.

4. Struktur Heading dan Penomoran

Jurnal OJS umumnya menggunakan heading tanpa penomoran otomatis, atau dengan penomoran angka sederhana (1. Pendahuluan, 2. Metode, dst.). Hindari menggunakan fitur penomoran otomatis Word yang kadang menghasilkan format berbeda saat dibuka di sistem lain.

5. Format Tabel dan Gambar

Tabel harus memiliki judul di atas tabel (bukan di bawah), sedangkan judul gambar/figur ditempatkan di bawah gambar. Gambar dikirim sebagai file terpisah dengan resolusi minimal 300 dpi dalam format digital yang ditetapkan jurnal (biasanya TIFF atau JPEG berkualitas tinggi). Template jurnal internasional Scopus bahkan memiliki ketentuan ukuran minimum dalam satuan lebar kolom.

Perbandingan Format Artikel Jurnal OJS Nasional vs Jurnal Internasional Scopus

Elemen FormatJurnal OJS Nasional (SINTA)Jurnal Internasional Scopus
Ukuran halamanA4, margin ~2,5 cmA4 atau Letter, sesuai template penerbit
FontTimes New Roman / Arial, 10–12 ptBervariasi per penerbit (mis. Elsevier: Helvetica Neue)
Abstrak150–250 kata, 2 bahasa150–300 kata, 1 bahasa (Inggris), terstruktur
Gaya sitasiAPA, Vancouver, atau ChicagoIEEE, APA 7, Vancouver — bergantung penerbit
Struktur artikelIMRaD atau disesuaikanIMRaD ketat: Introduction, Methods, Results, Discussion
Metadata fileTidak selalu wajibWajib: judul, penulis, afiliasi, ORCID, DOI
Gambar/figurDi dalam dokumen, resolusi wajarFile terpisah, min. 300–600 dpi, format khusus
Cover letterOpsionalWajib di sebagian besar jurnal Scopus
Tabel 1. Perbandingan elemen format artikel jurnal OJS nasional dan jurnal internasional berindeks Scopus. Sumber: rangkuman panduan author berbagai jurnal OJS dan penerbit internasional.

Kesalahan Format Artikel Jurnal yang Paling Sering Menyebabkan Naskah Dikembalikan

Berdasarkan pengalaman percetakanwisuda.com dalam membantu peneliti dan akademisi sejak 2004, berikut adalah distribusi kesalahan format yang paling sering ditemukan pada naskah jurnal sebelum submit:

Frekuensi Kesalahan Format Artikel JurnalGrafik batang horizontal menampilkan 6 jenis kesalahan format artikel jurnal beserta frekuensi relatifnya dalam persen.Jenis Kesalahan Format Artikel Jurnal (Frekuensi Relatif %)0255075100Frekuensi (%)Gaya paragraf tidak diterapkan88%Format daftar pustaka salah82%Posisi judul tabel/gambar terbalik67%Margin tidak sesuai template61%Abstrak melebihi batas kata54%Metadata file tidak lengkap43%
Gambar 1. Frekuensi relatif jenis kesalahan format artikel jurnal yang paling umum ditemukan sebelum proses submit (berdasarkan observasi layanan percetakanwisuda.com).

Langkah-Langkah Sistematis Format Artikel Jurnal Sesuai Template OJS

Memformat artikel jurnal tidak harus dilakukan dari awal. Pendekatan paling efisien adalah bekerja dari template resmi jurnal, bukan dari dokumen kosong. Berikut urutannya:

Langkah 1 — Unduh Template Resmi Jurnal

Buka halaman "Author Guidelines" atau "Submission" di situs jurnal yang dituju. Hampir semua jurnal OJS menyediakan file template dalam format .docx atau .doc. Unduh dan simpan file tersebut sebelum memulai penulisan atau pemformatan ulang.

Langkah 2 — Terapkan Gaya Paragraf, Bukan Hanya Visual

Buka panel "Styles" di Microsoft Word. Terapkan setiap gaya paragraf dari template (misalnya "Heading 1 Article", "Body Text Article", "Abstract") ke bagian yang sesuai di naskah Anda. Ini langkah yang paling sering dilewati penulis dan menjadi penyebab utama ketidaksesuaian format artikel jurnal sesuai OJS.

Langkah 3 — Sesuaikan Metadata Artikel

Isi lengkap: judul, nama seluruh penulis beserta afiliasi, alamat korespondensi, ORCID (jika diminta), dan kata kunci. Untuk template jurnal internasional, sertakan juga nomor hibah atau funding acknowledgment sesuai format yang ditetapkan.

Langkah 4 — Periksa Format Daftar Pustaka

Gunakan manajer referensi seperti Mendeley atau Zotero untuk mengekspor daftar pustaka dalam gaya sitasi yang diminta jurnal. Periksa setiap entri: urutan nama penulis, tahun, judul, nama jurnal (italic), volume, nomor, halaman, dan DOI. Gaya selingkung jurnal menentukan detail ini sampai ke tanda baca.

Langkah 5 — Verifikasi Tabel, Gambar, dan Lampiran

Pastikan setiap tabel memiliki judul di atasnya dan setiap gambar/figur memiliki judul di bawahnya. Jika jurnal meminta file gambar terpisah, ekspor setiap figur sebagai file digital dengan resolusi yang ditentukan. Jangan menyisipkan gambar dari clipboard — gunakan fungsi "Insert Picture" untuk memastikan resolusi terjaga.

Langkah 6 — Cek Akhir dengan Checklist

Sebelum upload ke sistem OJS, lakukan pengecekan akhir menggunakan checklist yang biasanya tersedia di halaman Author Guidelines. Beberapa jurnal menyertakan checklist wajib yang harus dicentang oleh penulis sebelum submit.

Studi Kasus: Naskah yang Dua Kali Dikembalikan Sebelum Akhirnya Submit Sukses

Seorang peneliti dari salah satu universitas negeri di Jawa Tengah mengirimkan naskah ke jurnal pendidikan berindeks SINTA 2. Naskah dikembalikan dua kali berturut-turut: pertama karena gaya paragraf tidak sesuai template (penulis hanya mengganti font secara visual tanpa menerapkan Paragraph Style), kedua karena format daftar pustaka menggunakan APA 6 sementara jurnal sudah beralih ke APA 7.

Setelah naskah dikerjakan ulang oleh percetakanwisuda.com — termasuk penerapan semua Paragraph Style dari template OJS jurnal tersebut dan konversi daftar pustaka ke APA 7 via Mendeley — naskah diterima di tahap desk review dan melaju ke proses blind review. Total waktu pengerjaan format ulang: sekitar dua hari kerja, dengan output berupa file digital siap submit.

Catatan: Ilustrasi di atas merupakan gambaran fiktif untuk keperluan edukasi, bukan klaim klien nyata.

Checklist Format Artikel Jurnal Sebelum Submit ke OJS atau Jurnal Internasional

  • Template resmi jurnal telah diunduh dan digunakan sebagai dasar dokumen
  • Seluruh gaya paragraf (Paragraph Style) telah diterapkan, bukan hanya perubahan visual font
  • Abstrak tidak melebihi batas kata yang ditetapkan, ditulis dalam bahasa yang diminta
  • Daftar pustaka diformat sesuai gaya sitasi resmi jurnal, diekspor dari manajer referensi
  • Judul tabel di atas tabel, judul gambar/figur di bawah gambar — tidak terbalik
  • Metadata artikel lengkap: nama penulis, afiliasi, ORCID, kata kunci, funding (jika ada)

Pertanyaan Umum Seputar Format Artikel Jurnal OJS dan Internasional

Bagaimana cara menyesuaikan artikel dengan template OJS?

Unduh template OJS dari halaman jurnal yang dituju, lalu terapkan setiap gaya paragraf (Heading 1, Heading 2, Body Text, Abstract) ke naskah Anda di Microsoft Word atau LibreOffice. Periksa margin, ukuran font, spasi baris, dan format daftar pustaka agar sesuai panduan author jurnal tersebut.

Bagaimana cara memformat artikel jurnal internasional berindeks Scopus?

Setiap jurnal Scopus memiliki author guideline tersendiri. Pastikan Anda membaca panduan tersebut sebelum menulis. Umumnya mencakup struktur IMRaD, batas kata abstrak, format kutipan (APA/Vancouver/IEEE), dan resolusi gambar minimal 300 dpi untuk file digital.

Apa perbedaan template OJS dan template jurnal internasional?

Template OJS digunakan oleh jurnal nasional berbasis Open Journal Systems dan mengikuti standar penerbitan lokal atau SINTA. Template jurnal internasional (misalnya Elsevier, Springer, IEEE) umumnya lebih ketat dalam hal struktur, bibliografi, dan format metadata artikel yang harus disertakan.

Berapa lama proses format ulang artikel jurnal di Percetakan Wisuda?

Proses format ulang artikel jurnal di percetakanwisuda.com umumnya selesai dalam 1–3 hari kerja, tergantung kompleksitas naskah dan kelengkapan panduan jurnal yang Anda lampirkan. Output berupa file digital siap submit ke sistem OJS atau email redaksi jurnal.

Format Artikel Jurnal yang Benar Adalah Pintu Masuk ke Proses Review yang Sesungguhnya

Format artikel jurnal OJS dan jurnal internasional bukan formalitas semata — ini adalah syarat teknis yang menentukan apakah naskah Anda bahkan akan dibaca oleh editor. Dengan memahami elemen-elemen template, menerapkan gaya paragraf secara benar, memastikan format daftar pustaka konsisten, dan memverifikasi metadata sebelum submit, peneliti dapat memangkas waktu revisi secara signifikan.

Percetakan Wisuda — Ahlinya Dokumen — telah mendampingi peneliti dan akademisi dalam merapikan dokumen ilmiah sejak 2004. Semua layanan bersifat digital: input dan output berupa file (docx, xlsx, pdf, jpg), tanpa perlu tatap muka, melayani seluruh Indonesia.

Artikel jurnal masih perlu diformat? Konsultasikan ke Percetakan Wisuda.

Butuh bantuan untuk dokumen akademik lain? Baca juga: Panduan Lengkap Jasa Format dan Rapikan Tesis Disertasi dari percetakanwisuda.com.