Percetakan Wisuda

Cara Membuat Abstract dan Abstrak Bilingual di Tesis Tanpa Format Kacau

By Ahlinya Dokumen | July 4, 2026

Abstract dan abstrak bilingual tesis adalah sepasang ringkasan ilmiah dalam dua bahasa—biasanya Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris—yang wajib disertakan dalam tesis S2 sebagai bukti kemampuan komunikasi akademik lintas bahasa. Keduanya harus memiliki isi yang setara secara substansi, ditulis dengan struktur baku empat elemen: latar belakang singkat, tujuan, metode, dan temuan utama.

Apa Itu Abstract dan Abstrak Bilingual dalam Tesis, dan Mengapa Sering Kacau?

Ringkasan cepat: Abstract (Inggris) dan abstrak (Indonesia) dalam tesis bilingual harus identik secara isi, masing-masing 200–300 kata, ditempatkan di halaman terpisah sesuai pedoman kampus. Format kacau umumnya terjadi akibat copy-paste lintas dokumen, penggunaan spasi manual, atau ketidakkonsistenan gaya paragraf Word. Solusi utama: gunakan Styles Word yang seragam dan bersihkan format sebelum mengetik ulang.

Banyak mahasiswa S2 menemui situasi ini: tesis hampir rampung, semua bab sudah tersusun rapi—lalu saat membuka halaman abstract, tiba-tiba font berubah ukuran, spasi antarb baris berbeda dengan bab lain, atau jarak antarkata melompat-lompat. Ini bukan salah naskahnya. Ini masalah format yang bisa diperbaiki sistematis, dan Anda tidak harus melakukannya sambil bergulat dengan panic deadline.

Untuk panduan format tesis S2 yang lebih luas, lihat halaman Tesis di Percetakan Wisuda — lengkap dari sampul hingga daftar pustaka.

Struktur Wajib Abstract dan Abstrak Bilingual: Empat Elemen yang Tidak Boleh Hilang

Sebelum menyentuh format, pastikan konten sudah benar. Abstract dan abstrak bilingual tesis yang kuat selalu mengandung empat elemen berikut—dalam urutan ini:

  1. Konteks & Latar Belakang Singkat (1–2 kalimat). Jelaskan "celah" penelitian atau masalah yang Anda jawab. Jangan lebih dari dua kalimat—abstract bukan pendahuluan.
  2. Tujuan Penelitian (1 kalimat). Nyatakan secara eksplisit apa yang ingin Anda buktikan, temukan, atau analisis.
  3. Metode Utama (1–2 kalimat). Sebutkan pendekatan penelitian, jumlah sampel, atau instrumen kunci. Hindari detail teknis yang terlalu dalam.
  4. Temuan & Kesimpulan Kunci (2–3 kalimat). Ini bagian paling penting. Pembaca dan mesin pencari mengevaluasi abstract dari temuan—tulis konkret, bukan "penelitian ini menunjukkan bahwa…" tanpa angka atau arah.
Tip praktis: Tulis dulu abstrak (Indonesia) secara lengkap. Baru kemudian terjemahkan atau parafrasekan ke dalam abstract (Inggris). Jangan menulis keduanya bersamaan—Anda akan kehilangan konsistensi isi.

Setelah konten solid, barulah masalah format bisa ditangani secara efektif. Melewatkan tahap ini dan langsung mempercantik tampilan hanya menghasilkan abstract yang indah tapi isinya tidak mewakili penelitian dengan akurat.

Perbandingan: Abstract vs Abstrak—Apa yang Boleh Berbeda dan Apa yang Harus Sama

Perbandingan elemen Abstract (Inggris) vs Abstrak (Indonesia)
ElemenAbstract (Inggris)Abstrak (Indonesia)
Isi / substansiHarus identik dengan abstrakHarus identik dengan abstract
BahasaInggris baku (academic English)Indonesia baku (EYD/PUEBI)
Panjang200–300 kata (cek pedoman kampus)200–300 kata (cek pedoman kampus)
Urutan halamanBiasanya lebih dahulu (sebelum abstrak)Setelah abstract
Header halaman"Abstract" atau sesuai template kampus"Abstrak" atau sesuai template kampus
Kata kunciKeywords: ... (3–5 kata, Inggris)Kata kunci: ... (3–5 kata, Indonesia)
Format font & spasiHarus identik dengan abstrakHarus identik dengan abstract

Kolom terakhir—format font & spasi—adalah sumber masalah terbesar. Banyak mahasiswa menulis abstract dalam dokumen terpisah lalu copy-paste ke file tesis utama. Ketika dikerjakan di lingkungan Word yang berbeda (beda versi, beda template), format tersembunyi ikut terbawa dan membuat tampilannya inkonsisten.

TulisAbstrak(Indonesia)Terjemahkanke Abstract(Inggris)BersihkanFormat Word(Paste Special)Terapkan StyleParagraf Seragam(konsisten dengan bab lain)Alur Membuat Abstract Abstrak Bilingual Tanpa Format Kacaupercetakanwisuda.com
Empat tahap membuat abstract dan abstrak bilingual tesis yang format-nya konsisten

Cara Membersihkan Format di Word: Langkah Demi Langkah

Setelah Anda memiliki teks yang sudah lengkap dan terverifikasi isinya, ikuti langkah berikut untuk memastikan format abstract dan abstrak bilingual tesis Anda tidak kacau:

  1. Paste Special saat menyalin teks.
    Jika menyalin dari dokumen lain atau email, jangan Ctrl+V biasa. Gunakan Ctrl+Shift+V atau klik kanan → Paste Special → Unformatted Text. Ini menghapus semua format tersembunyi yang ikut terbawa.
  2. Terapkan Paragraph Style yang sama persis.
    Pilih seluruh teks abstract, buka panel Styles (Home → Styles), dan klik style yang sama dengan teks body tesis Anda—misalnya "Body Text" atau style khusus kampus. Lakukan hal yang sama untuk abstrak.
  3. Atur spacing melalui Paragraph, bukan Enter ganda.
    Klik kanan paragraf → Paragraph → Spacing. Atur Before dan After sesuai pedoman (umumnya 0pt before, 6–12pt after). Jangan gunakan Enter dua kali untuk memberi jarak—ini sumber inkonsistensi terbesar.
  4. Periksa font dengan Select All pada tiap halaman.
    Tekan Ctrl+A untuk memilih seluruh isi halaman abstract, lalu perhatikan kotak font di toolbar. Jika kotak kosong atau berubah-ubah saat Anda sorot bagian berbeda, ada inkonsistensi yang perlu diseragamkan.
  5. Aktifkan Show/Hide (¶) untuk memburu spasi tersembunyi.
    Klik ikon di tab Home atau tekan Ctrl+Shift+8. Tanda ini memperlihatkan semua spasi, Enter, dan tab tersembunyi. Hapus Enter ganda, spasi dobel, atau karakter tab yang tidak semestinya.
  6. Samakan margin halaman abstract dengan bab lain.
    Buka Layout → Margins dan pastikan nilai sama dengan bagian tesis lainnya. Kalau abstract ada di section tersendiri (Section Break), periksa Page Setup masing-masing section.
Catatan: Jika tesis menggunakan template resmi kampus (.dotx), jangan menambahkan style baru—selalu gunakan style yang sudah ada di template. Menambah style sendiri seringkali memutus konsistensi saat template kampus diperbarui oleh pembimbing.

Langkah-langkah di atas berlaku baik untuk abstract maupun abstrak. Karena keduanya harus identik formatnya, lakukan langkah yang sama secara berurutan pada keduanya—jangan hanya mengerjakan salah satu.

Elemen Teknis yang Sering Terlewat: Penomoran Halaman dan Kata Kunci

Dua hal kecil berikut kerap luput dari perhatian saat fokus pada isi dan spasi, padahal keduanya diperiksa saat sidang:

Penomoran Halaman di Halaman Abstract

Abstract dan abstrak biasanya masuk ke bagian preliminary pages (halaman awal) yang menggunakan penomoran romawi kecil (i, ii, iii…), bukan angka Arab. Ini mengharuskan adanya Section Break di Word yang memisahkan bagian awal dari bab utama. Kalau tidak ada section break, penomoran seluruh tesis bisa kacau saat ada tambahan atau pengurangan halaman.

  • Masukkan Section Break (Next Page) sebelum halaman abstract.
  • Masukkan Section Break (Next Page) setelah halaman abstrak, sebelum Bab I.
  • Di bagian awal: format page number → Roman numerals, mulai dari halaman yang sesuai pedoman.
  • Di bagian Bab I: format page number → Arabic, mulai dari 1, dan nonaktifkan "Link to Previous".

Kata Kunci / Keywords

Baris Kata kunci: di bawah abstrak dan Keywords: di bawah abstract bukan sekadar formalitas. Ini elemen yang dindeks oleh repositori institusi dan database akademik seperti SINTA atau Garuda. Pilih 3–5 kata kunci yang spesifik, bukan terlalu generik ("penelitian", "analisis")—dan pastikan terjemahan keywords ke bahasa Inggris konsisten dengan istilah dalam abstract.

Format yang rapi bukan tentang keindahan visual semata—ini tentang menunjukkan bahwa Anda menghormati kerja keras penelitian Anda sendiri dengan mempresentasikannya secara profesional. Percetakan Wisuda

Checklist Sebelum Tesis Dikirim ke Pembimbing

Simpan atau screenshot checklist berikut sebagai pengingat saat finalisasi halaman abstract dan abstrak bilingual tesis Anda:

  • Isi abstract dan abstrak identik secara substansi (latar belakang, tujuan, metode, temuan)
  • Panjang masing-masing 200–300 kata (atau sesuai pedoman kampus)
  • Font, ukuran, dan spasi baris/paragraf identik di keduanya dan konsisten dengan bab lain
  • Tidak ada Enter ganda, spasi dobel, atau tab tersembunyi (cek dengan ¶)
  • Kata kunci (Indonesia) dan keywords (Inggris) tercantum, relevan, dan saling berpadanan
  • Penomoran halaman roman kecil berjalan benar di bagian awal tesis
  • Halaman abstract dan abstrak masing-masing di halaman terpisah (jika diminta pedoman)
  • Margin halaman sama dengan margin bab utama
  • Judul tesis di halaman abstract/abstrak identik dengan halaman sampul

Untuk panduan merapikan keseluruhan tesis—dari daftar isi otomatis hingga konsistensi referensi—baca juga Panduan Lengkap Format Tesis S2: Standar Akademik, Konsistensi Antar Bab, dan Integrasi Referensi dan Panduan Lengkap Merapikan Tesis dari Draft sampai Siap Bimbingan Dosen.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa perbedaan abstract dan abstrak dalam tesis bilingual?

Abstract adalah versi bahasa Inggris dari ringkasan tesis, sedangkan abstrak adalah versi bahasa Indonesianya. Dalam tesis bilingual, keduanya harus hadir secara terpisah dengan isi dan struktur yang identik—hanya bahasanya yang berbeda. Biasanya abstract ditempatkan sebelum abstrak, dengan masing-masing tidak lebih dari 250–300 kata.

Berapa kata yang ideal untuk abstract atau abstrak dalam tesis S2?

Standar umum untuk abstract dan abstrak tesis S2 adalah 200–300 kata per bahasa. Beberapa kampus membatasi hingga 250 kata. Pastikan mencakup empat elemen wajib: latar belakang singkat, tujuan penelitian, metode utama, dan temuan/kesimpulan kunci.

Mengapa format abstract dan abstrak sering kacau di Word?

Format kacau biasanya disebabkan oleh penggunaan spasi manual alih-alih paragraph spacing di Word, perbedaan gaya paragraf antara versi bahasa Indonesia dan Inggris, serta copy-paste dari sumber berbeda yang membawa formatting tersembunyi. Solusinya adalah membersihkan format dengan Paste Special (Unformatted Text) lalu menerapkan style paragraf yang konsisten.

Apakah abstract dan abstrak harus dipisah halaman sendiri?

Tergantung pedoman kampus masing-masing. Sebagian besar kampus mensyaratkan abstract dan abstrak pada halaman terpisah, masing-masing dengan header halaman yang sesuai. Namun ada pula yang mengizinkan keduanya dalam satu halaman jika masih muat. Selalu rujuk buku panduan penulisan tesis program studi Anda.

Bisakah jasa format tesis membantu merapikan abstract dan abstrak bilingual?

Ya. Percetakan Wisuda membantu merapikan dan menyeragamkan format abstract serta abstrak bilingual agar konsisten dengan bagian lain tesis—mulai dari jenis dan ukuran font, spasi, margin, hingga penomoran halaman. Layanan ini berfokus pada format, bukan penulisan substansi atau terjemahan.

Menurut praktik umum dalam layanan format tesis akademik, setidaknya 70% masalah format abstract dan abstrak bilingual disebabkan oleh tiga hal: copy-paste tanpa Paste Special, absennya Section Break yang benar, dan penggunaan spasi manual menggantikan Paragraph Spacing di Word — tiga masalah yang semuanya bisa diatasi dalam waktu kurang dari 30 menit dengan langkah yang tepat.

Ringkasan & Langkah Berikutnya

Abstract dan abstrak bilingual tesis yang rapi bukan soal estetika semata—ini tentang memastikan penelitian Anda bisa dibaca, ditemukan, dan dikutip dengan benar di repositori akademik. Kunci suksesnya ada tiga: konten empat elemen yang solid, teks yang dibersihkan dari format tersembunyi sebelum disalin ke Word, dan penerapan Paragraph Style yang seragam antara abstract, abstrak, dan seluruh bab tesis.

Jika setelah mengikuti semua langkah di atas format masih bermasalah—atau Anda tidak ingin menghabiskan waktu bergulat dengan Word saat deadline mendekat—layanan bantuan finalisasi tesis di Percetakan Wisuda siap membantu merapikan dokumen Anda sesuai standar kampus.

Format abstrak bilingual masih kacau? Konsultasikan tesis Anda.